Messi Antar Barca Kunci Gelar Divisi Primera

Lionel Messi mencetak gol tunggal kemenangan di babak kedua saat menghadapi tuan rumah Atletico Madrid. Kubu tim tamu mendominasi sepanjang babak pertama, namun gagal mencetak satu golpun. Barcelona baru bisa mencetak gol di menit ke 65 untuk meraih 3 poin sekaligus memastikan gelar Laliga ke 23.

Tim tuan rumah menciptakan peluang terlebih dahulu saat Jose Gimenez menyundul bola hasil umpan dari Koke, namun Bravo dengan gemilang mampu mengamankannya. Barca kemudian balik menyerang saat Messi 2 kali memiliki kans mencetak gol di menit ke 11 dan 13. Usahanya masih mentah ditangan Jan Oblak.

Serangan Barca kembali datang lagi lagi melalui Messi di menit ke 24 lewat tendangan bebas, saying bola hanya tipis melambung di atas gawang Atletico.

Sebuah serangan Atletico gagal berbuah gol saat penyerang sayapnya, Gabi melakukan tendangan yang masih menyamping dari gawang.

Peluang bagi the Catalan kembali datang, kali ini lewat tendangan jarak dekat Sergio Busquets yang melenceng tipis di sisi gawang.

Di akhir babak pertama, upaya Dani Alves masih belum mampu menembus Jan Oblak. Kiper internasional Slovenia tersebut melakukan penyelamatan gemilang dengan menangkis bola keluar.

Babak kedua berjalan nyaris serupa dengan babak pertama dengan Barcelona mengambil kendali permainan. Atletico memiliki kans terlebih lewat sepak pojok. Sundulan Godin memanfaatkan umpan Koke masih melambung di atas mistar.
Lionel Messi akhirnya mampu mencetak gol di menit ke 65. Pemain Argentina tersebut berhasil memanfaatkan peluang hasil kerjasama cantiknya dengan Pedro. Messi menendang bola ke pojok bawah yang gagal dijangkau Jan Oblak.

Beberapa saat kemudian, umpan Iniesta gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Neymar untuk menggandakan keunggulan. Di penhujung laga Messi kembali mendapat peluang melalui tendangan bebas yang melenceng dari gawang.

Skor akhir pun tetap untuk keunggulan Barca 0-1 atas Atletico. Dengan hasil ini Barcelona meraih 7 kali gelar Divisi primera dalam 11 tahun terakhir.

AS Roma Kembali Rebut Posisi ke 2

Tuan rumah AS Roma berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas Udinese. Dengan hasil ini Giallorossi kembali naik ke posisi kedua setelah Sabtu lalu direbut rival satu kota mereka, Lazio.

Roma menekan sejak awal laga. Victor Ibarbo dan Juan Iturbe bergantian melakukan serangan ke gawang Udinese yang dikawal Karnezis, namun bola belum ada yang menemui sasaran.

Terus menguasai pertandinga, justru Udinese yang berhasil mencetak gol terlebih dulu di menit ke 19. Kostas Manolas gagal menghalau bola dengan sempurna, bola jatuh di kaki Cyril Thereau. Bola tendangan therau berhasil diblok Morgan De Sanctis, namun bola muntah langsung disambar Perica untuk membawa keunggulan 0-1 bagi Udinese.

Tuan rumah merespon dengan melakukan beragam serangan. Francesco Totti melakukan percobaan dari tendangan bebas jarak jauh, namun gagal membuahkan hasil. Sebelum babak pertama habis, Nainggolan berhasil menyamakan kedudukan setelah tendangan first time-nya merobek gawang Karnezis memanfaatkan umpan sang pangeran Roma. Babak pertama berakhir sama kuat.

Pada babak kedua situasi permainan tak berubah. Di menit ke 55, Udinese hampir kembali unggul andai saja Thereau yang berhasil melewati Mapou Yanga-Mbiwa lebih tenang menyelesaikan peluang. Tendangannya berhasil dihalau Morgan de Sanctis.

Roma khirnya berbalik unggul setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Udinese. Adalah bek Torosidis yang berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan bola liar. Menjelang akhir laga, Nainggolan kembali mendapat peluang, kali ini tendangannya hanya menerpa mistar gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan skor 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Dengan demikian perebutan jatah lolos otamatis ke Liga Champions masih ditentukan pekan depan.

Arsenal Imbangi United, Citizen Atasi Swansea

Gol bunuh diri dari pemain bertahan Manchester United, Tyler Blacket menyelamatkan Arsenal dari kekalahan. Hasil ini menjaga posisi the gooners untuk berada satu tingkat di atas Manchester di tabel klasemen.

Pasukan Louis van Gaal melakukan awal yang sempurna pada pertandingan di Old Trafford dengan mencetak gol terlebih dahulu berkat tendangan voli Ander Herrera pada menit ke-30. Sayangnya United gagal menambah gol meskipun menguasai pertandingan dalam 60 menit awal.

Pada 30 menit terakhir gantian Arsenal yang balik menekan tuan rumah. Hasilnya 7 menit jelang bubaran umpan silang yang dilakukan Theo Walcott membentur Blackett dan bola masuk ke gawang kiper pengganti, Victor Valdes. Skor akhir tetap menjadikan arsenal unggul 2 poin atas rival abadinya tersebut.

Pada pertandingan lain yang dihelat Minggu waktu setempat, Manchester City yang bertandang ke Liberty Stadium berhasil memetik 3 angka setelah mengalahkan Swansea City dengan skor 2-4.

Pada awal pertandingan, Swansea banyak melakukan serangan melalui penyerangnya Bafetimbi Gomis. Namun justru City yang berhasil unggul terlebih dahulu berkat Yaya Toure yang berhasil mengkonversi gol hasil kerja sama dengan David Silva. Pada menit ke 37 city menggandakan keungulan setelah James Milner berhasil menuntaskan kerjasama apik antara Lampard dan Aguero. Sebelum jeda Swansea memperkecil kedudukan berkat gol yang dicetak Gylfi Sigurdsson.

Babak kedua berjalan 20 menit, Swansea menyamakan kedudukan setelah Gomis lolos dari kawalan bek Manchester City. Namun sepuluh menit kemudian lagi-lagi Yaya Toure membawa Citizen unggul berkat tendangan kerasnya. Dan pada menit akhir babak kedua, mantan penyerang Swansea, Wilfred Bony menegaskan keunggulan Manchester biru atas tuan rumah.
Dengan hasil ini tetap menjadikan Manchester City berada di urutan ke dua, sementara Swansea berada di peringkat ke delapan.

Kaka Bawa Orlando City Atasi LA Galaxy

Kaka mencetak gol ketiga dalam kemenangan 4-0 Orlando atas LA Galaxy. Kaka terlihat begitu bersemangat dalam merayakan gol tersebut.

Kak√° membantu timnya Orlando City menang 4-0 atas LA Galaxy di Citrus Bowl Arena. Ini adalah kemenangan yang sangat penting untuk sebuah tim yang hanya memenangkan satu pertandingan dalam enam pertandingan terakhir mereka musim ini. Ini adalah kemenangan ke tiga musim ini, dimana kemenangan terakhir terjadi 11 minggu yang lalu. .
Orlando unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Eric Avila di menit ke-12, memanfaatkan assist dari Break Shea. Kemudian, sebelum turun minum, Cyle Larin dengn mudah mencetak gol kedua Orlando hasil umpan cantik yang dikirim oleh Kaka. Kaka sendiri bermain sangat apik pada pertandingan ini.

Los Angeles tidak bisa menahan gempuran tim tuan rumah. Kembali pada awal babak kedua, Kaka mendapat kesempatan untuk mencetak gol melalui titik putih. Mantan pemain terbaik dunia ini dengan mantap mengecoh penjaga gawang LA Galaxy. Ini merupakan gol ke empat Kaka untuk musim ini. Dia terlihat sangat senang dengan gol tersebut.
Pada menit ke-73 Orlando City mencetak gol ke empat melalui tendangan jarak jauh yang dilepaskan Darwin Ceren, bola sempat berbelok arah sehingga penjaga gawang tak mampu untuk menahan laju bola yang masuk ke dalam gawang. Dari situ, tim tuan rumah terus memegang kendali permainan dan berhasil menjaga clean sheet atas juara bertahan MLS tersebut.

Sekarang, tim asal Florida itu tengah berada di tempat kelima dari tabel klasemen Wilayah Timur dengan mengemas 12 poin. LA Galaxy yang musim depan diperkuat oleh Steven Gerrard, saat ini berada di peringkat ke tujuh, diluar jatah untuk kualifikasi babak play off.

Madrid Sedikit Lagi Catat Sejarah Liga Champions

Carlo Ancelotti mengaku optimis Real Madrid bisa masuk ke final Liga Champions dan mencatat sejarah dengan meraih trofi Liga Champions ke-11 di akhir musim ini.

Hal tersebut diungkap oleh sang manajer, jelang duel leg kedua semifinal melawan Juventus, yang akan digelar di Santiago Bernabeu dini hari nanti. Los Blancos tercatat kalah 1-2 di leg pertama yang dihelat di Turin pekan lalu.

“Tim tengah fokus, siap untuk menghadapi laga ini dan siap menunjukkan yang terbaik di semifinal demi mendapat kesempatan bermain di final sekali lagi,” tutur Ancelotti menurut laporan laman resmi klub.

“Ini merupakan fase yang amat penting di musim kompetisi kali ini, karena kami tinggal sedikit lagi bisa bermain di final dan mencatat sejarah di kompetisi ini. Kami tahu bahwa ini akan sulit, namun kami siap melakukan segalanya untuk memastikan kemenangan,” pungkasnya.

Scholes Minta Bale Tunjukkan Kelasnya di Madrid vs Juventus

Bintang Real Madrid, Gareth Bale harus bisa lepas dari kawalan para pemain belakang Juventus, di semifinal Liga Champions dini hari nanti.

Hal tersebut merupakan pendapat dari legenda Manchester United, Paul Scholes, yang ingin bintang Wales tersebut tampil bagus untuk membantu Los Blancos mengejar ketertinggalan 1-2 dari Bianconeri secara agregat di Bernabeu nanti.

“Kami hanya ingin melihat ia bermain lebih positif. Kami tahu talenta yang ia punya. Kecepatan dan kekuatan yang ia punya. Pekan lalu ia terlihat tidak percaya diri. Ia terus membuang-buang bola,” jelas Scholes pada ITV.

“Hal tersebut mudah untuk bek Italia. Jika ia melakukan hal tersebut besok, mereka akan menyukai itu. Mereka bakal bisa mengatasinya sepanjang waktu. Saya ingin melihat ia bermain lebih positif. Lewati lawan, lakukan tembakan ke arah gawang,” pungkasnya.

Pesan Misterius Guardiola untuk Messi

Apakah yang pesan yang disampaikan oleh Josep Guardiola pada Lionel Messi? Pertanyaan itu yang mungkin muncul di benak sebagian penggemar sepakbola, yang menyaksikan pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern Munchen dan Barcelona dini hari tadi.

Pep memang terlihat mendatangi Leo Messi begitu babak pertama selesai, di mana kala itu Bayern tertinggal 1-2, dan membuat sang pemain tersenyum. Menurut laporan yang diturunkan oleh Mundo Deportivo, Guardiola memberikan pujian pada sosok berjuluk La Pulga tersebut.

Hal ini menarik , karena sebelum pertandingan leg pertama antara Barcelona dan Bayern di Camp Nou, Messi sempat mengatakan ia tidak pernah lagi menghubungi Guardiola, semenjak sang manajer hengkang dari Camp Nou di tahun 2012.

Masih dari laporan yang sama, Guardiola kala itu diyakini mengatakan kalimat singkat pada Messi, yang kurang lebih memiliki makna: “Semua sudah berakhir, pertandingan ini menjadi milikmu.”

Barca Favorit di Final Liga Champions

Josep Guardiola tak ragu mengatakan Barcelona sebagai tim yang amat difavoritkan untuk merebut tiga gelar juara sekaligus di akhir musim kompetisi kali ini.

Guardiola baru saja melihat timnya, Bayern Munchen, disingkirkan oleh raksasa Catalan dengan skor 3-5 secara agregat di semifinal Liga Champions dini hari tadi. Eks pelatih Blaugrana tersebut lantas tak ragu memberikan pujian pada kubu Luis Enrique, yang menurutnya berpeluang menyapu bersih semua gelar juara di musim ini.

“Ketika melawan Barcelona, anda tidak hanya harus mengambil bola dari mereka, anda juga harus menderita. Saya harus memberi selamat pada Barcelona,” jelas Guardiola pada reporter.

“Barcelona kini sedang unggul di La Liga. Mereka juga masuk final Copa del Rey. Saya yakin mereka bakal bisa bermain dengan bagus di final Liga Champions nanti,” pungkasnya.

Informasi & Review Agen Bola