Arsenal Dikabarkan Menginginkan Jasa Dari Michael Carrick

Meski sudah di usia senja pesepakbola, sepak terjang Michael Carrick masih berada di level kompetitif. Carrick yang sudah berumur 34 tahun masih jadi tulang punggung lini tengah Setan Merah hingga saat ini. Banyaknya pengalaman yang dimiliki eks pemain Tottenham Hotspur ini ternyata masih menarik minat raksasa Inggris lainnya, Arsenal.

Diketahui, manajemen The Gunners berencana membajak gelandang senior MU ini di bursa transfer akhir musim ini. Tak hanya itu, manajer Arsenal, Arsene Wenger, sebenarnya sudah beberapa kali mencoba membajak Carrick dari Old Trafford. Niat Arsenal mendatangkan Carrick tak lepas dari akan berakhirnya kontrak dengan MU akhir musim ini.

Sampai saat ini, Carrick juga belum menyetujui penandatanganan kontrak baru dengan Man United. Bukan hanya Arsenal yang menginginkan Carrick. Ada pula Newcastle United yang juga punya niat yang sama. Andai Carrick memutuskan tak memperpanjang kontraknya, kedua tim ini berpeluang untuk mendapatkan Carrick dengan status bebas transfer.

Sudah hampir 10 tahun Carrick berseragam MU, sejak didatangkan dari Tottenham Hotspur di musim 2006/2007. Selama membela MU, Carrick sudah tampil dalam 400 pertandingan dan mampu mengemas 23 gol. Tidak hanya itu, Carrick juga punya 5 cincin gelar juara Premier League, 1 gelar juara Liga Champions, dan 1 gelar Piala Dunia klub.

Barcelona Kembali Meneruskan Kemenangan Beruntunnya Dengan Melawan Sporting Gijon

Barcelona kembali meraih kemenangan, saat bertandang ke markas Sporting Gijon di La Liga pada Kamis, 18 Februari 2016. Lionel Messi mencetak gol pembuka bagi keunggulan Barcelona pada menit 25. Sporting Gijon sempat memberikan perlawanan, dengan gol balasan Carlos Casto pada menit 27. Namun Messi yang mencetak gol ke-300 di pertandingan, itu merayakannya dengan satu gol tambahan empat menit kemudian.

Gol penyerang Argentina di menit 31, itu kini membuat catatan golnya menjadi 301 di La Liga, atau total 439 gol bagi Barcelona di semua pertandingan kompetitif. Luis Suarez menambah keunggulan timnya jadi 3-1 pada menit 67, sekaligus menggenapi torehan golnya menjadi 40 musim ini. Gol penyerang Uruguay tersebut menjadi hiburan, setelah gagal mengeksekusi penalti beberapa menit sebelumnya.

Gagal menyelesaikan tendangan penalti, tampak membuat mantan bintang Liverpool itu sangat kesal. Permainan agresifnya berbuah menjadi gol cantik, dengan melakukan aksi individual ke dalam kotak penalti, sebelum melepaskan tendangan keras kaki kiri.

Kemenangan membuat Barcelona mempertahankan catatan positif, 30 laga tak terkalahkan sejauh ini. Sekaligus mempertegas posisi sebagai pemimpin klasemen, unggul enam poin dari Atletico Madrid di posisi kedua.

AS Roma Dipermalukan Real Madrid Di Kandangnya Sendiri

Menjadi tuan rumah di kandang AS Roma, Real Madrid menang dua gol tanpa balas, dalam babak 16 besar Liga Champions pada Kamis, 18 Februari 2016. Cristiano Ronaldo dan Jese Rodriguez masing-masing mencetak satu gol. Sempat bermain sama kuat pada babak pertama, Ronaldo membongkar kebuntuan saat babak kedua telah berjalan 12 menit. Dilanjutkan gol kedua Real Madrid yang dibuat Jese di menit 86, dan seolah menghancurkan semangat para pemain Roma.

Roma sebenarnya berkali-kali sukses menembus kotak penalti Real Madrid, dengan kerjasama dua hingga tiga pemain. Namun selalu gagal memanfaatkan peluang, karena operan dan tendangan yang tidak akurat. Terutama Mohamed Salah, yang sejak babak pertama terus mengancam dari sayap kanan. Tapi penyerang sayap asal Mesir, itu kerap membuang peluang, seperti terjadi pada menit 69 dan 71. Salah berlari cepat ke arah kotak penalti, namun tendangannya terlalu lemah, sehingga mudah dipotong oleh Raphael Varane.

Dua menit kemudian Roma kembali mendapat peluang menyamakan kedudukan. Edin Dzeko yang masuk menggantikan El Shaarawy pada menit 62, memberikan umpan pada William Vainqueur yang tidak terkawal. Tapi tendangan kerasnya dari luar kotak penalti, masih melenceng ke sisi kiri gawang Real Madrid. Menit 81 giliran Dzeko yang mendapat kesempatan. Dia mendapat bola hanya beberapa meter dari gawang, tapi tendangannya dari sisi kiri hanya mengarah ke sisi gawang.

Chelsea Bersedia Menggaji Mahal Simeone

Nama pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menjadi salah satu kandidat manajer Chelsea musim depan. Meskipun terus mendapat penolakan dari manajemen Los Rojoblancos, Chelsea nampaknya belum menyerah untuk mendapat tanda tangan Simeone. Chelsea kabarnya menggoda Simeone dengan besaran gaji dua kali lipat dari gajinya di Atletico. Jika Simeone mau menerima tawaran Chelsea, Simeone akan menerima gaji sebesar €12 juta, atau setara dengan 179 miliar per tahun.

Media Spanyol tersebut, bahkan melaporkan jika Simeone sudah menerima tawaran Chelsea untuk menjadi manajer anyar musim depan. Alasannya, Simeone menginginkan tantangan baru setelah meraih sederet kesuksesan bersama Atletico. Bukan hanya itu, kabarnya Simeone adalah sosok yang diinginkan langsung oleh sang pemilik Chelsea, Roman Abramovich.

Setelah pemecatan Jose Mourinho bulan Desember tahun lalu, beberapa nama pelatih masuk dalam radar buruan The Blues. Antonio Conte, Massimiliano Allegri, dan Pep Guardiola, adalah beberapa nama yang juga dikaitkan dengan klub kepunyaan Abramovich tersebut. Simeone sendiri sudah hampir 6 musim mengarsiteki Atletico. Gelar Liga Europa 2011/2012, Piala Super Eropa 2012, serta juara La Liga musim 2013/2014, adalah catatan emas yang pernah dibukukan Simeone bagi Atletico.

Posisi Chelsea Kembali Tergoyahkan Di Liga Champions Setelah Kalah Dari PSG

Paris Saint-Germain menang 2-1 atas Chelsea, dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes pada Rabu, 17 Februari 2016. Edinson Cavani mencetak gol fantastis, hanya empat menit setelah diturunkan dari bangku cadangan. Cavani yang masuk ke lapangan di menit 73, menggantikan Lucas Moura, melakukan gerakan brilian untuk menyambut umpan Angel Di Maria. Dia bahkan membuat golnya dengan luar biasa, karena bola lewat melalui sela kaki Thibaut Courtois.

Upaya Chelsea memperoleh gol penyeimbang tak berbuah, hingga akhir pertandingan. Satu kesempatan bagus sebenarnya di dapat Pedro. Namun tendangannya dalam kotak penalti PSG di masa injury time, hanya mengarah ke sisi gawang. Ancaman pertama di babak kedua, terjadi lewat tendangan keras Angel Di Maria, dari luar kotak penalti Chelsea pada menit 51. Sepakan keras mantan bintang Real Madrid, itu masih bisa ditepis oleh Thibaut Courtois.

Penyerang sayap asal Argentina, kembali menjadi pendobrak yang efektif, dari sisi kanan pertahanan Chelsea pada babak kedua. Kerjasamanya dengan maxwell, yang maju membantu serangan hampir berbuah gol di menit 58. PSG unggul lebih dulu di menit 38, lewat gol yang dibuat Zlatan Ibrahimovic dari tendangan bebas. Striker asal Swedia, itu melepaskan tendangan menembus barikade Chelsea dari jarak 21 meter, dan langsung melesat masuk ke gawang Thibaut Courtois.

Pemain muda Chelsea, John Obi Mikel, yang membuat gol penyeimbang, hanay beberapa detik sebelum babak pertama berakhir. Gol terjadi menyambut sepak pojok yang dilakukan Willian dari sisi kanan. Kekalahan di Parc des Princes, jelas menjadi situasi tidak menguntungkan bagi skuad Guus Hiddink. Chelsea sangat memerlukan kemenangan di Liga Champions, demi memperoleh tiket kompetisi elit Eropa itu musim depan.

Hampir mustahil bagi the Blues, untuk berharap tiket dari posisi empat besar Premier League. Terdepak dari babak 16 besar, akan membuat Chelsea yang kini hanya ada di posisi 12 klasemen sementara Premier League, terancam kehilangan pamor di musim depan.

Diketahui Giggs TIdak Ingin Hanya Menjadi Pelatih Sementara Manchester United

Ryan Giggs dilaporkan tidak mau menjadi manajer sementara lagi, jika Manchester United memecat Louis van Gaal. Legenda Setan Merah, itu menuntut kontrak penuh sebagai manajer, dan menolak peran seperti dua tahun lalu. Diketahui, Rabu, 17 Februari 2016, Giggs sempat diminta menjadi manajer sementara, ketika Manchester United memecat David Moyes pada April 2014. Ada kemungkinan Giggs memilih hengkang, jika hanya dijadikan manajer sementara lagi.

Giggs yang telah bersama Setan Merah sejak berusia 14 tahun, diproyeksi menjadi manajer klub kesayangannya. Dia telah menjadi asisten dua manajer yang berbeda, untuk memperoleh pengalaman. Louis van Gaal diklaim telah bersedia kembali dari pensiun, untuk membantu Giggs jika ditunjuk sebagai manajer, menggantikan Louis van Gaal. Spekulasi nasib pelatih asal Belanda, itu kembali memanas setelah kekalahan dari Sunderland, pada akhir pekan.

Mantan manajer Chelsea, Jose Mourinho, dilaporkan telah membuat kesepakatan dengan Manchester United, untuk menjadi pengganti Louis van Gaal. Belum ada konfirmasi maupun bantahan dari Man United, tapi sebagian besar pemain dan suporter disebut keberatan. Mereka khawatir kehadiran Mourinho, justru akan memperburuk situasi, merujuk pada rusaknya suasana ruang ganti di Chelsea.

Ini Alasan Erick Thohir Terbang Cepat Ke Paris

Prestasi Inter Milan di Serie A mulai melorot. Sempat memuncaki klasemen Serie A, tim besutan Roberto Mancini kin malah menempati posisi 5. Meskipun demikian, surat kabar Italia melaporkan Mancini masih mendapat kepercayaan penuh dari Presiden Erick Thohir. Pengusaha asal Indonesia ini masih berupaya menambah pemain untuk La Beneamata.

Erick mengincar dua bintang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot dan Gregory van der Wiel. Demi mendapatkan buruannya itu, Erick berencana untuk terbang ke Paris. Les Parisiens sepertinya sudah siap menyambut Erick. Pemilik PSG,  Nasser Al-Khelaifi, mengundang Erick untuk menyaksikan duel PSG kontra Chelsea di Parc des Princes, Selasa 16 Februari 2016 atau rabu dini hari.

CEO La Beneamata, Michael Bolingbroke juga turut diundang. Diyakini, kehadiran Erick ke Paris juga ada kaitannya untuk mendatangkan Rabiot dan Van der Wiel. Namun, perjuangan Inter tidak akan mudah untuk mendapatkan pemain incaran. Khusus Rabiot, Manchester United juga menginginkan pemain 20 tahun ini. Dan kepindahan pemain bisa tergantung pada lolos atau tidaknya klub ke Liga Champions.

Marcello Lippi Melihat Dirinya Berada Dalam Diri Allegri Ketika Melatih Juventus

Mantan pelatih Timnas Italia, Marcello Lippi menyatakan, ia melihat Massimiliano Allegri seperti dirinya sendiri. Ia pun tidak berpikir akan meninggal Juventus dan berlabuh ke Chelsea. Lippi tercermin dengan kemenangan penting Juventus atas Napoli, 1-0 di Juventus Stadium, Minggu 14 Februari 2016. Juventus pun kini menjadi pimpinan klasemen sementara Serie A dengan 57 poin.

Saya berteman dengan Allegri, saya melihat diri saya dalam dirinya sedikit ketika saya tiba di Juventus. Ada hal yang kongkret dan keinginan untuk melakukan hal-hal yang penting bersama, kata Lippi. Menurut Lippi,  di Juventus jika ingin memenangkan sesuatu maka harus berani mencoba segalanya. Lippi menambahkan, Allegri pun melakukan hal itu, untuk menjaga klubnya tetap berada di jalur yang benar.
Lippi turut berkomentar soal laga Juventus melawan Napoli. Ia berpendapat, Napoli pernah berhadapan dengan tim yang kuat seperti Juventus, namun ia hanya kurang beruntung.  Sedangkan Juventus memenangi laga karena mereka bermain sangat kompak.